Berita MKKI


PPDS BK

Program PPDS BK telah dimulai sejak tahun 2008 yang merupakan program tugas belajar, ditetapkan oleh pemerintah dan diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 535/Menkes/Per/VI/2008, siapapun dapat mendaftar.

Kabarnya PPDS BK ini hanya hingga tahun 2014, lebih cepat mendaftar tentu lebih baik. Mungkin saja anda lolos dan berhak mendapat bantuan pemerintah untuk mengambil gelar spesialis kedokteran.
Siapa saja yang berhak untuk mendaftar?
Semua Dokter (dan Dokter Gigi) berhak mendaftar, entah dia seorang PNS/CPNS ataupun dari Swasta. Jika anda adalah seorang Dokter/Dokter Gigi dari swasta, pasti ini yang akan anda tanyakan:
Bagaimana tata cara pendaftaran PPDS BK bagi Dokter/Dokter Gigi dari Swasta?
Selengkapnya

Rapat Pleno MKKI: Sosialisasi UU DIKTI (2012) Dan UU DikDok (2013)

Rapat Pleno merupakan mekanisme pengambilan keputusan yang berfungsi menentukan langkah-langkah konkrit program pengurus Ikatan Dokter Indonesia untuk menjalankan program kerja Ikatan Dokter Indonesia sesuai tingkat kepemimpinan.
Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI) PB IDI baru saja menyelesaikan Rapat Pleno yang diadakan pada 14 September 2013 di Hotel Grand Cemara Jakarta Pusat. Pleno MKKI kali ini membahas masalah “Sosialisasi UU DIKTI (2012) dan UU DIKDOK (2013),” yang dihadiri oleh Ketua Kolegium PDSp dan PDSm.
Rapat Pleno dibuka dan sekaligus pengantar yang dibawakan oleh Ketua MKKI PB IDI Prof. Dr. Errol U Hutagalung, SpB, SpOT (K) dan dilanjutkan dengan pemaparan tentang “Desain Pendidikan Tinggi Indonesia” dan “Pokok-Pokok UU no 20 Tahun 2013 Tentang Pendidikan Kedokteran” yang dibawakan langsung oleh Dirjen Dikti Prof. DR. Ir Djoko Santoso. MSc. Setelah itu dilanjutkan pembahasan yang disampaikan oleh Dirjen BUK Kementrian Kesehatan Prof. DR. Dr. Akmal Taher, SpU (K) tentang “Isu Pokok RUU Dikdok Usulan Tim Panja Pemerintah 2013”.
Selengkapnya

RUU Dikdok Akhirnya Disahkan Menjadi UU

Rapat paripurna DPR RI akhirnya menyetujui pengesahan Rancangan Undang Undang (RUU) Pendidikan Kedokteran menjadi undang-undang
Semua fraksi setuju RUU Dikdok ini disahkan sebagai undang-undang, Walaupun sebelumnya terjadi perdebatan sengit terkait beberapa klausul antara lain dalam pasal 37, maupun pasal 48. Atas perdebatan tersebut rapat sempat diskorsing untuk dilakukan lobi-lobi dan tercapai kesepakatan.
Selengkapnya

RUU Pendidikan Kedokteran Segera Diundangkan

Jakarta–Komisi X DPR RI dan Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh dan Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi menyepakati RUU Pendidikan Kedokteran untuk disahkan pada rapat paripurna DPR RI mendatang, demikian hasil rapat kerja Komisi X DPR RI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (9/7).

Pada rapat itu, sembilan fraksi di Komisi X DPR RI yaitu; Fraksi Partai Demokrat, Faksi Partai Golkar, Fraksi PDIP, Fraksi PAN, Fraksi PPP, Fraksi PKB, Fraksi PKS, Fraksi Partai Hanura, serta Fraksi Partai Gerindra dan pemerintah sepakat bahwa permasalahan utama yang dihadapi pendidikan kedokteran adalah disparitas mutu pendidikan dan biaya pendidikan yang mahal.
Selengkapnya

Konsekuuensi Profesi Dokter

Dokter setengah dewa?
Dokter harus benar. Salah sedikit adalah malpraktek.
Ini animo masyarakat yang dikotomi. Berdiri dalam wilayah abu-abu. Bisa ya bisa pula tidak. Bahkan kadang tendensif dan merugikan. Animo ini cenderung mem-babu-kan dokter. Sering penggunaannya tidak manusiawi. Karena perlu dicatat, dokter bukan robot. Dokter juga manusia, yang punya rasa jenuh, rasa lelah, sehingga barang tentu konsentrasi bakal jauh dari kata stabil. Mungkin banyak paradigma dan stigma yang perlu dibenahi.
Selengkapnya

Eka Hospital Gelar Symposium Jantung (Kardiologi)

Oleh : Syamhudi
Jakarta, MediaProfesi.com – Eka Hospital sebagai penyedia layanan kesehatan terdepan di Indonesia kembali menggelar symposium jantung (kardiologi) untuk yang kedua kalinya bertajuk “The 2nd Annual East Meets West Cardiology Symposium – Current Knowledge and Innovation In Cardiovascular” selama dua hari pada 15 – 16 Februari 2013 di The Ritz Carlton – Pacific Place, Jakarta.


Corporate Marketing & Communication Director Eka Hospital, Dr. Johny Nurdin mengatakan, perkembangan sub-spesialisasi bidang kardiovaskular di Indonesia dalam satu dasawarsa ini cukup menggembirakan.


Demikian pula halnya kebutuhan akan update pengetahuan dan keahlian bagi dokter umum dan dokter spesialis juga terus meningkat, sehingga diharapkan nantinya dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dengan masalah jantung.
Selengkapnya

Persiapan Jaminan Kesehatan Nasional Tinggal Setahun

Jakarta, Kompas - Tahun 2013 sudah tiba. Persiapan Jaminan Kesehatan Nasional tinggal satu tahun lagi. Meskipun demikian, sebagian besar masyarakat belum memahaminya. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan harus menyiapkan segala infrastruktur pendukung agar tahun depan sistem bisa dijalankan dengan baik.

”Seluruh rakyat akan punya kesetaraan akses dan manfaat layanan kesehatan sesuai indikasi medis,” kata Kepala Grup Manajemen Manfaat PT Askes Maya A Rusady dalam Renungan Akhir Tahun 2012: Paradigma Baru dalam Pembiayaan Kesehatan, Senin (31/12), di Jakarta.

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah asuransi kesehatan bersifat sosial. Ia dijalankan dengan prinsip gotong royong, yang kaya membantu yang miskin, yang sehat menolong yang sakit. Kepesertaan asuransi ini bersifat wajib. Mereka yang mampu harus mengiur. Penduduk miskin mendapat bantuan pemerintah.
Selengkapnya

Butuh 33 Ribu Tenaga Kesehatan

JAKARTA - Kebutuhan tenaga kesehatan untuk tahun 2013 ini masih cukup besar. Data resmi Kementerian Kesehatan kemarin (7/2) menyebutkan, kebutuhan tenaga kesehatan untuk 2013 ini mencapai 331.988.

Sementera, kondisi hingga akhir 2012 baru ada 298.576 tenaga kesehatan. Dengan demikian, masih ada kekurangan sebanyak 33.412 orang.

Kekurangan terbesar untuk perawat, yang mencapai 7.180. Pasalnya, hingga akhir 2012 baru ada 105.419 perawat, sedang kebutuhan di 2013 ini mencapai 112.599 perawat.

Disusul tenaga farmasi yang kekurangan 5.238 orang. Karena tahun ini dibutuhkan 13.512 tenaga farmasi, sedang ketersediaan hingga akhir 2012 hanya ada 8.274 personil. Dokter umum jumlah hingga akhir 2012 sebanyak 17.750, kebutuhan 2013 sebanyak 19.268.

Sehingga masih ada kekurangan dokter umum di tahun 2013 sebanyak 1.518. Sebagian lagi adalah apateker, analis kesehatan, bidan, sanitarian, dokter gigi, perawat gigi, dan beberapa lagi jenis tenaga kesehatan lainnya.
Selengkapnya

Berbagai Masalah Di Sektor Pendidikan Kedokteran

Saat ini berbagai masalah dapat ditemui di pendidikan kedokteran dan kebijakan yang mengaturnya. Mutu pendidikan menjadi permasalahan besar. Kualitas pendidikan bervariasi antar fakultas kedokteran. Akibat adanya kesulitan lulusan daerah menembus tes masuk fakulras kedokteran besar dan adanya desentralisasi maka semakin banyak fakultas kedokteran yang baru berdiri di daerah. Demikian juga di swasta. Pendirian ini kurang mengutamakan mutu lulusan peserta didiknya.

Kurikulum pendidikan dokter saat ini menekankan pembaruan tentang proses pendidikan akan tetapi kurang memperhatikan rekrutmen calon mahasiswa (input) serta calon dokter dan target lulusannya (output), yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia yang kita kenal sangat bervariasi. Saat ini masih banyak puskesmas di daerah sulit yang kosong dokter sementara dokter bertumpuk di kota-kota besar. Ada kemungkinan kurikulum yang ada belum menyiapkan peserta untuk bekerja di daerah yang sulit.

Jumlah tenaga dosen semakin berkurang. Hal tersebut terjadi karena adanya kebijakan Pemerintah untuk tidak menambah dosen baru (zero growth policy) pada pegawai negeri di suatu masa. Berbagai bukti di perguruan tinggi terkemuka memperlihatkan penurunan jumlah dosen sementara itu jumlah mahasiswa semakin meningkat. Dengan demikian ratio spesifik dosen dan mahasiswa menjadi timpang.
Selengkapnya

Kanker Pada Anak Tak Bisa Dicegah, Bawa Ke Dokter Jika Ada Gejala Ini

Nurvita Indarini - detikHealth
Senin, 28/01/2013 10:20 WIB
Jakarta, Kanker pada anak tidak bisa dicegah. Sebab penyebab kanker pada anak umumnya tidak bisa diketahui. Karena itu segeralah bawa anak ke dokter jika ada sesuatu yang mencurigakan pada anak.

"Penyebab kanker pada anak tidak diketahui. Tapi diduga interaksi fungsi kimia, radiasi, genetik," kata pakar kanker anak dr Edi Setiawan Tehuteru Sp.A(K), MHA, IBCLC, di Rumah Anyo, Jl Anggrek Nelli Murni A110, Slipi, Jakarta Barat, dan ditulis pada Senin (28/1/2013). Rumah Anyo merupakan tempat tinggal sementara anak-anak penyandang kanker.

Karena kanker pada anak tidak bisa dicegah, maka yang bisa dilakukan orang tua adalah mewaspadai gejalanya. "Kalau curiga karena anak pucat, demam, dan pendarahan maka cek dulu ke dokter. Sebab itu bisa dicurigai leukemia," imbuh dr Edi.

Selain itu jika menemukan benjolan di tubuh anak, maka janganlah dibiarkan. Apalagi jika benjolan bertambah besar dalam waktu singkat. Harus dicek untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Selengkapnya